Oleh admin Wawan Subrata 28, 2013
Kebanyakan dari Anda pasti sudah tahu bahwa
menjadi profesional dalm dunia kerja sangatlah
penting untuk kesuksesan karir. Tapi apa
sebenarnya yang dimaksud dengan
profesionalisme? Apa saja tips untuk menjadi
seseorang yang profesional? Berikut 10 aturan
mengenai profesionalisme yang perlu Anda
tahu
1. Perhatikan mengenai norma budaya dalam
organisasi Anda dan ikutilah
Dalam artikel "10 Hal yang Dapat Merusak Karir
Anda ," telah dibahas bahwa sebenarnya
profesionalisme adalah sebuah kata yang sangat
relatif dan semua itu tergantung dari lingkungan
kerja Anda.
Perhatikan bagaimana orang lain bekerja dalam
organisasi Anda, Anda akan melihat "oh, begini
cara kerja di sini." Sebagai contoh, Anda
mungkin akan memperhatikan bahwa semua
orang tiba tepat waktu di meeting, mereka
mengatur suara mereka jika yang lain sedang
telepon, dan seterusnya. Ini adalah sinyal-sinyal
penting bahwa Anda diharapkan untuk
berperilaku seperti ini juga. Tapi jangan cuma
memperhatikan satu orang, perhatikan secara
keseluruhan dan lakukan hal tersebut jika
memang positif.
2. Menjadi Pendengar yang Baik
Setiap orang jika sedang berbicara pasti ingin
didengarkan, jadi berikanlah kesempatan ke
orang lain untuk memberikan penjelasan atas
ide mereka atau sekedar berbicara, khususnya
jika Anda berada di jabatan yang lebih tinggi.
Anda tidak ingin dianggap bahwa Anda sombong
dengan tidak mendengarkan apapun yang
dibicarakan orang lain.
Selain mendengarkan apa yang mereka
bicarakan, Anda juga harus memikirkan
bagaimana ide atau pembicaraan mereka dapat
menjadi masukan bagi topik pembicaraan atau
ide Anda. Jika memang tidak bisa, bicarakanlah
kembali.
3. Bersikap sopan ke orang-orang, walaupun
jika Anda tidak menyukai mereka
Di dunia kerja, Anda akan dipertemukan dengan
berbagai macam orang dan tidak semua orang
yang Anda temui akan bersikap sesuai keinginan
Anda, bahkan mungkin ada yang kasar. Anda
akan terlihat lebih profesional jika Anda sabar
dan tetap menghadapi mereka dengan sopan.
Walaupun jika Anda tidak menyukai mereka, jika
bertemu di jalan atau lorong kerja (bukan satu
divisi) sapalah mereka. Hal sederhana seperti
"selamat siang" atau "pagi" cukup untuk
menandakan kesopanan Anda.
Ketahuilah bahwa sikap-sikap seperti serakah,
sombong, diskriminasi adalah beberapa sikap
yang dianggap tidak profesional. Di sisi lain,
beberapa sikap yang dianggap profesional
adalah ketersediaan diri, humor, menghargai
orang, dan suka membantu. Ketahuilah bahwa
kesopanan adalah kunci untuk membuka pintu
peluang, sedangkan ketidakramahan adalah alat
untuk menguncinya rapat-rapat.
4. Menganggap serius semua pekerjaan
perlakukan semua pekerjaan dan tindakan yang
Anda lakukan dengan serius. Jika Anda
melakukan kesalahan, jangan berusaha
menutupinya atay berdalih. Terimalah tanggung
jawab dari kesalahan tersebut dan lakukan apa
yang dapat Anda lakukan untuk menjawab
konsekuensi dari kesalahan Anda tersebut.
Jangan sebatas melakukan pekerjaan yang
diberikan Anda, tetapi pikirkanlah lagi apa yang
dapat Anda berikan ke pekerjaan Anda.
5. Melebihi kata-kata, profesionalisme adalah
mengenai tindakan
Salah satu aspek paling penting dari
profesionalisme adalah ia harus lebih dari kata-
kata, profesionalisme harus ditunjukkan dalam
tindakan. Beperilakulah dalam perilaku yang
menunjukkan kelebihan Anda di profesi Anda.
Seperti menjaga kerahasiaan perusahaan,
memikirkan apakah tindakan Anda dapat
merugikan perusahaan atau organisasi, tidak
berperilaku kasar baik terhadap klien, rekan
kerja atau hal-hal lainnya.
Terlebih, inti dari poin ini adalah jangan berikan
komitmen yang tidak dapat Anda tepati.
Ketahuilah bahwa semua perkataan yang Anda
keluarkan adalah janji yang harus Anda tepati.
6. Terimalah apapaun kritik atau timbal balik
terkait pekerjaan Anda
Pada saat Anda selesai melakukan pekerjaan
Anda, terkadang rekan kerja atau bahkan bos
Anda akan memberikan masukan mengenai
pekerjaan Anda, yang terkadang muncul dalam
bentuk kritik kasar. Sadari bahwa itu adalah hal
yang biasa.
Anda tidak perlu marah dan mulai 'panas'
karena kritik atau masukan tersebut. Bahkan
jika ada kritik atau masukan mengenai
pekerjaan Anda, sebenarnya Anda harus
berterima kasih karena hal ini justru baik untuk
perkembangan diri dan karir Anda. Orang-orang
yang memberikan kritik atau masukan ke Anda
memberikan tanda bahwa ia peduli akan sikap
dan profesionalisme kerja Anda.
7. Fleksibel
Jam kerja Anda mungkin berakhir jam 5 sore.
Tapi jika Anda pada akhirnya harus bekerja
melewati jam tersebut untuk memastikan
pekerjaan Anda benar-benar selesai, maka
lakukanlah, kecuali jika itu memang benar-benar
tidak mungkin dilakukan (seperti harus ada
keterangan lembur, ada janji lain, dan
seterusnya). Sama halnya, jadilah fleksibel
terkait atas rencana kerja, tujuan kerja dan
segala hal yang terkait ke kemajuan Anda.
Salah satu hal yang harus Anda perhatikan
adalah mengenai aturan perusahaan. Jika Anda
bekerja di bagian customer service atau
pekerjaan lainnya yang membutuhkan Anda
langsung bertemua dnegan customer. Akan ada
saatnya dimana Anda dihadapkan dengan
aturan perusahaan dan permintaan customer.
Anda harus mengetahui aturan perusahaan
mana yang benar-benar tidak boleh diubah dan
aturan mana yang sebenarnya hanya
merupakan pedoman.
8. Hadir Sesuai dengan Jam Kerja
Kecuali memang Anda mempunyai ijin
sebelumnya, hal yang sangat penting atau
benar-benar sakit, Anda seharusnya berada di
tempat kerja pada saat Anda diharapkan untuk
ada di sana. Jangan terlambat atau tidak hadir
kerja karena alasan yang mengada-ada, seperti
pura-pura sakit atau malas.
Jika Anda memang tidak dapat hadir di tempat
kerja atau terlambat, maka beritahukan rekan
kerja atau atasan Anda agar mereka dapat
mengantisipasi semua rencana kerja terkait
peran kerja Anda.
9. Suka membantu dan lakukan lebih
Ini adalah salah satu cara terbaik untuk
mendapatkan reputasi profesional kerja Anda,
yaitu dengan cara melakukan lebih dari
deskripsi kerja Anda dan suka membantu rekan
kerja. Tips-tips untuk melakukan ini adalah
mencari cara yang lebih baik untuk
menyelesaikan pekerjaan Anda, membantu
rekan kerja, dan tidak takut dihadapkan dengan
proyek-proyek baru.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya,
pikirkanlah apa yang dapat Anda berikan ke
pekerjaan Anda, bukan pekerjaan apa yang
diberikan ke Anda.
10. Berhati-hatilah akan hal yang dapat
merusak karir Anda
Sama halnya dengan tujuan Anda untuk
menjadi profesional, maka hindarilah hal-hal
yang membuat Anda tidak terlihat profesional
dan malah merusak karir Anda.






0 komentar:
Post a Comment