Arti Sebuah kesabaran yang sebenarnya


Wawan subrata | 11:02 PM |


Kembali
membuka
tirai
kehidupan
yang
sebenanya.
Berusaha
memperjelas pandangan yang masih kabur
dalam kehidupan. Mencoba memahami hari
demi hari yang telah terlewati. Menggali
misteri- misteri yg masih terpendam, serta
mengeluarkannya dalam bentuk serpihan-
serpihan ilmu agar mudah dipahami.
“Kesabaran..” Ya. Sebuah kata yang sering kali
kita ucapkan. Kata yang menjadi penghibur
hati, saat deburan masalah dan cobaan
menghampiri. Sebuah kata yang menjadi
penenang jiwa, saat gundah gulana melanda.
Namun, tahukah Anda arti “Kesabaran yang
Sebenarnya.?”
Banyak teman kita yang tidak merasakan
kebahagiaan dalam menjalani hidup ini karena
kurangnya rasa syukur dan sabar. Padahal,
suatu kebahagiaan dibangun dengan 2
landasan, yaitu syukur dan sabar. Sabar
bukanlah diam tanpa kata. Sabar bukanlah
diam menunggu berlalunya sesuatu. Dan sabar
bukanlah sikap pasrah dalam menghadapi
sesuatu.
Namun “Kesabaran yang Sebenarnya” adalah:
sifat istiqomah , disertai keimanan dan
ketaqwaan saat menjalani rangkaian cobaan
dalam mahligai kehidupan, baik itu kesedihan
maupun kebahagiaan. Banyak orang yang
belum memahami arti sebuah ‘Kesabaran yang
Sebenarnya’, sehingga mereka mengatakan:
“Kesabaran itu ada batasnya”. Padahal sabar
itu tanpa batas. Kesabaran akan terus
bertambah seiring dengan kualitas keimanan
dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
Hal ini pernah ditunjukkan oleh Nabi
Muhammad saw. Disaat beliau berjuang
menyebarkan agama islam dengan kelembutan
hatinya, banyak orang- orang kafir yang
memusuhinya. Nabi Muhammad diancam,
dicaci, diludahi, bahkan dilempar dengan
kotoran sekalipun. Namun beliau tetap
tersenyum dan tidak menaruh dendam
sedikitpun, sehingga ia mendapatkan gelar ‘Ulul
Azmi’, karena mempunyai tingkat kesabaran
dan ketabahan yang luar biasa.
Bagaimana dengan keadaan kita sekarang..?
Saat segelintir cobaan menerpa, kita langsung
mengeluh dan putus asa. Padahal, tahukah
Anda.? Bahwa cobaan yang kita hadapi ini
belum ada apa- apanya, karena sesungguhnya
cobaan dan ujian terberat dialami oleh para
Nabi dan Rosul.
Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya
kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah
orang yang paling berat ujian dan cobaannya?"
Nabi saw menjawab: "Para nabi, kemudian
yang menyerupai mereka dan yang menyerupai
mereka. Seseorang diuji menurut kadar
agamanya. Jika agamanya tipis (lemah) dia diuji
dengan ringan dan bila imannya kokoh dia diuji
sesuai itu (keras). Seorang diuji terus- menerus
hingga dia berjalan di muka bumi bersih dari
dosa- dosa”. (HR. Bukhari)
Rosulullah pun bersabda: “Ketahuilah, apa yang
luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti
tidak mengenaimu, dan apa yang akan
mengenaimu pasti tidak akan meleset dari
kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat
dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran
bersamaan dengan kesusahan dan datangnya
kesulitan bersamaan dengan kemudahan”. (HR.
Tirmidzi)
Allah juga berfirman dalam Q.S Al Anfaal: 66,
“Jika ada diantaramu 100 orang yang sabar,
niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200
orang; dan jika diantaramu ada 1000 orang
(yang sabar), niscaya mereka akan dapat
mengalahkan 2000 orang, dengan izin Allah.
Dan Allah beserta orang- orang yang sabar”.
Allah bahkan memberikan penghargaan yang
luar biasa kepada orang- orang yang sabar
dalam firmannya: "Salamun 'alaikum bima
shabartum" (Selamat atasmu karena
kesabaranmu), maka alangkah baiknya tempat
kesudahan itu” (Q.S Ar Ra’d: 24). Sabar telah
menjadi kunci kesuksesan dalam mengarungi
deburan ombak kehidupan. Karena sabar
menjadi senjata kita untuk meraih datangnya
pertolongan Allah swt.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah
beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al
Baqarah: 153). Bagaimana dengan Anda..??
Masihkah Anda mengatakan bahwa ‘Kesabaran
itu ada batasnya.?’ Dan sudahkah Anda
menjadi manusia- manusia tangguh yang
mempunyai ‘Kesabaran yang Sebenarnya..?
Waktu masih panjang, dan jalan yang harus
ditempuh masih jauh. Jadi masih ada waktu
untuk berbenah diri, dan mencari serta
melakukan apa yang terbaik di Dunia ini, ‘hidup
ini hanya sekali’. Maka janganlah kita
menyesal di kemudian hari. Amiin…

Published with Blogger-droid v2.0.10

1 komentar:

{ Heri Heryanto } at: September 19, 2018 at 8:27 PM said...

berarti karena kita bukan nabi, ndak bisa sabar 100% ya bang..

Post a Comment

 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.